Penetapan syariat adalah hak
mutlak bagi Allah Swt semata. Seorang Muslim tidak patut mempertanyakan,
mengapa harus berwudhu dahulu sebelum shalat? Mengapa gerakan shalat
ada ruku dan sujudnya segala? Hal itu mutlak wewenang Allah Swt Sang
Pembuat Hukum bagi para makhluknya.
Kita hanya bisa memetik ibrah dan hikmah dari apa yang telah ditetapkan
Allah Swt melalui syariat-syariatnya. Hikmah tersebut bukanlah tujuan
dari pelaksanaan sebuah syariat. Ia hanya menjadi buah dan hadiah dari
Allah Swt sebagai ketaatan hamba kepada syariat yang telah dibuat-Nya.
Sebagaimana hikmah yang terkandung dari wudhu diantaranya menjadikan
kita sehat dan segar. Seorang hamba tidak berwudhu dengan bertujuan agar
tubuhnya sehat dan segar. Ia berwudhu haruslah semata-mata karena
tunduk menjalankan perintah Rabb-nya. Adapun manfaat dari wudhu yaitu
sehat dan segar adalah hadiah Allah kepadanya yang telah menunaikan
perintah Allah.
Demikian juga beberapa hikmah diantara manfaat disyariatkannya wudlu.
Bukan sebagai tujuan kita untuk berwudlu karena sejatinya wudlu hanya
semata-mata untuk menunaikan perintah Allah. Namun hal tersebut sebatas
memotivasi dan mendorong kita untuk senantiasa menjaga wudlu.
Pertama, memelihara kesehatan jasmani agar senantiasa segar dan sehat.
Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk diantaranya dengan menjaga
kebersihan jasmani. Kebersihan jasmani erat kaitannya dengan shalat dan
wudlu.
Kebersihan menjadi pangkal pokok kesehatan. Di sinilah terletak salah
satu rahasia atau hikmahnya berwudlu. Maka Islam mewajibkan setiap orang
yang hendak shalat membersihkan tubuh terlebih dahulu, yaitu mencuci
muka, membasuh tangan, sebagian kepala, dan seterusnya. Hal itu harus
dilakukan secara tertib dan kontinyu.
Prof Dr Jamieson, seorang pakar kesehatan dari Jerman mengatakan bahwa
mencuci badan dan mandi sangat menguntungkan bukan saja untuk
membersihkan tetapi juga menguatkan kulit dan menyegarkan badan serta
merangsang alat- alat pencernaan dalam pertukaran-pertukaran zat.
Menguatkan kulit sangatlah penting, karena dapat menghindarkan sejumlah
penyakit seperti salesma atau pilek, radang kerongkongan, batuk, radang
paru-paru, radang selaput paru-paru, TBC dan lain sebagainya.
Satu-satunya cara untuk menguatkan kulit adalah setiap hari adalah membasahi atau membasuh kulit badan dengan air dingin.
Jelas kiranya betapa pentingnya pemeliharaan badan. Dengan melakukan
wudlu dan mandi, kesehatan badan kita akan tetap terpelihara.
***
Kedua, Memelihara Pikiran dan Akal. Akal adalah salah satu unsur yang
amat vital dalam diri manusia. Tak ubahnya seperti barometer yang dapat
mengukur naik-turunnya temperatur. Akal jugalah yang dapat membedakan
antara yang baik dengan yang buruk, antara yang membangun dan yang
menghancurkan.
Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw memberikan pandangan, "Akal adalah
cahaya dalam hati yang membedakan antara yang hak dan yang batil”.
Selanjutnya Rasulullah Saw memberikan ulasan, "Tiap-tiap sesuatu
mempunyai alat dan alat orang yang beriman ialah akal. Tiap-tiap kaum
mempunyai pengasuh (penggembala), dan pengasuh orang-orang mukmin ialah
akal. Tiap kaum mempunyai penggerak kehidupan, dan penggerak kehidupan
seorang hamba ialah akal".
Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk menumbuhkan, mengembangkan dan
memelihara akal ialah mengisinya dengan iman. Semakin tinggi ilmu
seseorang, maka semakin cerdas pula akalnya, dan setiap kecerdasan pada
umumnya medatangkan kebaikan, kemajuan, keberuntungan dan lain-lain.
Orang-orang yang berilmu itu mempunyai posisi yang tinggi sebagaimana
Allah Swt berfirman "Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang
yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan".(QS.
Al-Mujadalah: 11)
***
Ketiga, memelihara akhlak atau moral. Akhlak atau budi pekerti itu
adalah soal yang esensial menurut pandangan agama Islam. Termasuk di
antara tiga kerangka pokok dasar ajaran Islam (aqidah, syari’ah, dan
akhlak).
Dalam Alquran banyak ditemui ayat-ayat yang berkenaan dengan soal moral
itu, sifat-sifat yang terpuji yang harus dipupuk dan dikembangkan.
Pribadi Rasulullah Saw dilukiskan oleh Allah Swt sebagai teladan.
Sebagaimana firman Allah "Sesungguhnya engkau (hai Muhammad) mempunyai
budi pekerti yang agung." (QS. Al-Qolam: 4)
Dalam kehidupan manusia, moral atau akhlak dapat diibaratkan laksana
bunga dalam satu taman. Bagaimanapun luas dan indahnya taman, tapi kalau
tak dihiasi dengan kembang, maka taman itu tidak jauh berbeda seperti
kuburan.
Untuk itulah setiap muslim yang beriman, tidak boleh menyia-nyiakan
hidup ini dengan tidak beribadah. Badan yang sehat dan jiwa yang "sehat"
akan menopang kehidupan di dunia untuk memperoleh keselamatan di hari
nanti.
Apabila selesai berwudlu disunnatkan untuk membaca syahadat sebagaimana
dijelaskan dalam hadist berikut ini. Dari Umar RA Rasulullah Saw
bersabda, "Apabila ada diantara kamu berwudlu, lantas ia menyempurnakan
wudhunya, kemudian ia berkata, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan
Allah, dan Aku bersaksi bahwa Muhammad itu Rasul-Nya, maka dibukakan
baginya beberapa pintu syurga yang delapan yang dimasukkan dari mana
saja dikehendakinya." (H.R Muslim)
Oleh Tirmidzi selain syahadat, ditambahkan pula doa, "Ya Allah,
jadikanlah aku ini dari orang-orang yang tobat dan jadikanlah aku ini
orang-orang yang suci."
Itulah kesempumaan wudhu yang dapat mencerminkan sikap hidup manusla
muslim. Wudhu adalah salah satu unsur pokok yang harus dipelihara oleh
seorang muslim. Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang yang beriman
supaya memelihara kesehatan dan moral (akhlak) dari bencana.
Ada tiga unsur pokok yang harus dipelihara untuk membina pribadi, di
antaranya memelihara kesehatan jasmani, memelihara pikiran (akal), dan
memelihara moral (akhlak).
http://adajendeladunia.blogspot.com/2012/07/jendela-islam-tiga-hikmah-wudhu-bagi.html#ixzz20IDPzbKb