Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Percakapan antara Malaikat Jibril, Kerbau, Kelelawar dan Cacing


Pada suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat jibril AS untuk menemui salah satu makhluk-Nya, yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau.. lalu jibril AS segera menemui si kerbau tersebut.
Disiang yang panas itu kerbau sedang berendam disungai, lalu malaikat jibril AS mulai bertanya kepada sang kerbau, ‘’ hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh allah swt sebagai seekor kerbau’’ dan si kerbau pun menjawab, ‘’masya allah, alhamdulilah, aku bersyukur kepada allah swt yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-nya sebagai kelelawar yang bila ia mandi ia menggunakan air seninya sendiri,’’ mendengar jawaban itu malaikat jibril as pun lekas menemui seekor kelelawar.
Malaikat jibril mendatangi seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergelantungan diatas sebuah gua. Kemudian mulai bertanya kepada sang kelelawar, ‘’hai kelelawar apakah kamu senang telah jadikan oleh allah swt sebagai seekor kelelawar,’’ dan kelelawar pun menjawab ‘’’masya allah, alhamdulillah. Aku bersyukur kepada Allah SWT karena telah menjadikanku seekor kelelawar daripada dijadikanya aku sebagai seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal didalam tanah, dan yang lebih memprihatinkan untuk berjalan saja dia harus menggunakan perutnya’’. Jawab sang kelelawar. Mendengar jawaba itu pun malaikat jibril segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap diatas tanah..
Malaikat jibril as bertannya kapada sang cacing ‘’ wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah STW sebagai seekor cacing’’. Si cacing pun menjawar, ‘’ masya allah alhamdulillah, aku telah dijadikan-Nya sebagai seekor cacing, daripada dijadikan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman sempurna dan beramal sholih, ketika mereka mati, mereka akan disiksa selama-lamanya...
Read More..

Mengapa ada banyak Agama di Dunia

Kebenaran adalah sesuatu yang bernilai absolut, mutlak.
Namun seringkali kebenaran ini menjadi relatif, bergantung kepada bagaimana cara masing-masing orang memberikan arti dan penilaian terhadap kebenaran itu sendiri, sehingga itu pula kebenaran sudah menjadi sesuatu yang bersifat subjektif.
Beriman itu, haruslah dimulai terlebih dahulu dari hati.
Bahwa untuk menjalankan syariat suatu agama haruslah dimulai dengan keimanan dahulu adalah sesuatu hal yang tidak dapat terbantahkan.
Keadaan beriman sesorang adalah kondisi "jadi" dari seseorang itu.
Pertanyaannya adalah kondisi jadi tersebut diperoleh lewat mana ?
Tentunya kita berdua tidak bisa mengatakan kondisi beriman tersebut ada karena lewat iman.
Pernyataan ini tertolakkan dalam dunia ilmiah dan bertentangan dengan penalaran saya selaku manusia yang fitrah.
Seseorang memperoleh keimanannya lewat dua jalur, ada yang lewat akal dan ada yang lewat nafsu (nafsu dalam hal ini adalah persangkaan atau praduga manusia)
Jika iman diartikan percaya, maka percaya juga bisa lewat akal atau persangkaan.Misalnya apabila kita hendak melewati sebuah jembatan dari besi, tentu kita akan enteng saja melewatinya, karena persangkaan kita jembatan tersebut sudah kuat. Tetapi bila yang dilewati adalah jembatan dari kayu dan tali, paling tidak kita akan mengecek kekuatan jembatan tsb terlebih dahulu (menginjak-injak dari pinggir terlebih dahulu dsb )
Dalam berislam pun demikian, terdapat orang-orang yang mencapai iman dengan akal, dan ada yang dengan persangkaan.
Misalnya yang dengan persangkaan adalah seorang islam yang tidak mampu menjawab pertanyaan " Mengapa kamu memilih Islam ?", "Darimana kamu kamu tahu bahwa Islam itu benar ?", " jika ortumu nggak Islam kira-kira kamu Islam nggak ?", atau bisa juga "mengapa kamu harus menjadi pengikut Ahmadiyah ?", "Darimana kamu yakin bahwa Ahmadiyah itu benar dan bukan hal yang justru terkutuk ?" dst.
Jadi, Iman terhadap sesuatu itu tetap harus dibuktikan dulu apakah memang pengimanan tersebut sudah benar atau belum. Dan jalan untuk membuktikan kebenaran akan keimanan ini salah satunya dengan mengadakan penelaahan terhadap iman itu sendiri dengan mengadakan penyesuaian terhadap fitrah manusia.
Manusia menurut sejarah al-Qur'an telah diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang mulia hingga malaikat sekalipun disuruh tunduk, hormat terhadap makhluk bernama manusia ini. Manusia diciptakan berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, baik yang bisa dilihat secara kasat mata maupun makhluk yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang yang harus mempergunakan alat-alat tertentu seperti mikroskop dan sebagainya untuk melihatnya atau juga makhluk ghaib yang hanya orang-orang tertentu yang dapat melihatnya.
Keutamaan manusia yang paling sering disinggung oleh banyak orang dan bahkan juga al-Qur'an adalah dilimpahkannya anugerah akal sebagai alat untuk berpikir dan memberikan jalan baginya didalam upaya mencari kebenaran Allah, yaitu dzat yang menjadi sumber dari kebenaran itu sendiri.
Seorang manusia tidak bisa memilih, di negeri mana ia dilahirkan, dan siapa
orang tuanya. Yang ia dapatkan hanyalah kenyataan, bahwa di negerinya,
kebanyakan orang memeluk agama atau keyakinan (ideologi) tertentu, dan
orang tuanyapun mendidiknya sejak kecil dengan suatu pandangan hidup
tertentu.
Namun hampir setiap manusia yang normal ternyata memiliki suatu naluri
(instinkt), yakni suatu saat akan menanyakan, apakah keyakinan yang
dianutnya saat itu benar atau salah. Dia akan mulai membandingkan
ajaran-ajaran agama atau ideologi yang dikenalnya. Bagaimanapun juga
keberhasilan pencariannya ini sangat bergantung dari informasi yang datang
ke padanya. Kalau informasi pengganggu (noise) yang datang kepadanya
terlalu kuat, misalnya adanya teror atau propaganda yang gencar dari
pihak-pihak tertentu, bisa jadi sebelum menemukan kebenaran itu, ia sudah
berhenti pada keyakinan tertentu yang dianggapnya enak (meski sebenarnya
sesat).
MEMBANDINGKAN SUMBER AJARAN TIAP AGAMA
(Aspek theologis)
Kebenaran suatu ajaran bisa direlatifkan dengan mudah bila hanya didasari
oleh suatu asumsi. Dan kenyataan, hampir setiap pengertian buatan manusia
adalah relatif. Para filosof mengatakan, bahwa suatu definisi hanyalah
konsensus dari beberapa orang pada saat tertentu di tempat tertentu yang
memiliki pengalaman yang mirip. Maka tak heran, bahwa untuk beberapa
pengertian yang sering kita dengar saja (seperti "demokrasi", "hak asasi
manusia", dll), antar bangsa (dengan latar belakang kultur yang berbeda)
dan antar generasi (dengan pengalaman sejarah yang berbeda), bisa berbeda
pula pemahamannya.
Karena itu pulalah, ada ajaran yang cepat ditelan musim. Seseorang yang
memegang ajaran seperti ini, jelas suatu saat akan goyah. Sebagai contoh
adalah kaum komunis. Usia ajaran ini ternyata tidak bertahan lebih dari
satu abad. Demikian pula dengan ajaran banyak sekte keagamaan atau aliran
kepercayaan.
Untuk menghindari ajaran yang salah, manusia pertama-tama harus melihat
sumber ajaran itu. Apakah ajaran itu bersumber dari dasar-dasar yang rapuh?
Dalam hal ini, agama-agama yang sudah cukup tua agak "mengundang" untuk
dipelajari, karena mereka menunjukkan sudah "tahan bantingan" untuk kurun
waktu yang sangat lama. Namun demikian tetap perlu dipertanyakan, akankah
ajaran-ajaran "kuno" ini mampu survive menghadapi zaman post moden dengan
kehebatan pemikirannya seperti dewasa ini?
Di zaman modern ini orang tidak bisa begitu saja "dikelabuhi". Kita tidak
bisa begitu saja bilang: "Agama X ini benar, karena kitab sucinya bilang
begitu .... ". Dan: "Kitab ini benar, karena masih asli dari pembawanya.
Dan kebenaran pembawa ajaran ini dijamin di kitab itu...".
Logika "circular" (berputar-putar) ini tidak bisa memuaskan kehausan iman
manusia modern. Suatu "teori kebenaran" hanya akan bertahan, kalau ia tidak
bisa difalsifikasi (tidak bisa dibuktikan bahwa ia salah). Hal ini karena
suatu proses falsifikasi, cukup memerlukan satu bukti. Sedang suatu proses
pembenaran, memerlukan seluruh bukti, yang tentu saja sulit, karena kita
sering tidak tahu, berapa jumlah bukti yang dibutuhkan.
Suatu ajaran bisa dianggap benar, bila ia:
* stabil intern - ajarannya harmoni, tidak bertentangan satu dengan yang
lain.
* stabil extern - ajarannya tidak bisa disalahkan dengan bukti-bukti
dari luar (misalnya dengan fakta-fakta ilmu alam).
Dalam hal ini tentu saja kita harus bertolak dari ajaran yang murni (ajaran
Das Sollen), yakni yang ada di sumber-sumber ajaran itu sendiri (kitab-kita
suci), dan bukan ajaran yang sedang dipraktekkan oleh pemeluknya, yang
mungkin saja tidak mempraktekkan ajarannya dengan benar (ajaran Das Sein).
MEMBANDINGKAN ISI AJARAN TIAP AGAMA
(Aspek ethis)
Selain mengkaji keabsahan sumber ajaran, suatu langkah pembandingan antar
ajaran adalah juga melihat seberapa jauh isi suatu ajaran mengcover
permasalahan kehidupan manusia. Apakah suatu ajaran hanya menekankan di
satu sisi saja (misalnya sisi duniawi saja, atau sisi rohani saja), ataukah
bersifat menyeluruh, baik duniawi maupun rohani?
Suatu agama yang tidak bersifat menyeluruh akan mengakibatkan dualisme
dalam pemikiran. Di satu sisi orang harus berfikir agamis, di sisi lain
orang harus memilih jalan pragmatis, yang tak jarang bertentangan dengan
fikiran agamis itu.
Mungkinkah melegitimasi ajaran suatu agama dengan agama lainnya.
Sering pemeluk suatu ajaran mencoba meligitimasi kebenaran ajarannya dengan
mengutip statement ajaran lain.
Yang perlu ditinjau adalah, sejauh mana percobaan legitimasi ini dapat
dinalar dengan logika. Memang, tidak menutup kemungkinan, bahwa suatu hal
yang baru membenarkan teori lama yang sudah ada. Penerbangan ke bulan
menambah bukti kebenaran teori bahwa bumi itu bulat. Namun bila penganut
teori lama melegitimasi diri dengan bukti-bukti baru, sementara mereka
menganggap orang yang percaya pada bukti-bukti baru itu keliru, tentu ada
yang tidak logis di sini.
Bila ada ajaran A, B, dan C, yang timbulnya di dunia urut satu demi satu,
maka A hanya bisa membenarkan B, bila penganut A nantinya harus berganti
menjadi penganut B. Inilah yang terjadi dengan ajaran Muhammad, yang sudah
diramalkan dalam Kitab Taurat dan Injil.
Hal yang sebaliknya, yaitu A membenarkan diri dengan B, namun tidak menjadi
penganut B, tentu akan janggal sekali. Karena itu, penganut agama sebelum
Islam, tidak layak membenarkan dirinya dengan menggunakan ajaran Islam,
bila mereka tidak lalu beralih menjadi muslim.
Namun ajaran yang lebih baru tidak tentu lebih benar. Karena itu, terhadap
ajaran C, bisa saja B membenarkan (dengan konsekuensi penganut B berubah
menjadi C dan meninggalkan B), atau menganggap C bagian dari B (jadi B dan
C sama-sama benar), atau C salah. Hal ini berlaku terhadap agama-agama yang
timbul setelah kenabian Muhammad. Ketika ajaran Qadiyan muncul, ada orang
Islam yang pindah menjadi Qadiyan (dan keluar dari Islam), ada yang
menganggap Qadiyan bagian dari Islam, ada pula yang menolaknya, karena
menganggap keliru.
MENGAPA ADA BANYAK AGAMA
Orang sering menganggap mudah fenomena ini dengan mengatakan: "Banyak jalan
menuju Tuhan" atau "Sungai-sungai kelihatan berbeda kalau dilihat hulunya,
namun satu kalau dilihat muaranya". Pada prinsipnya mereka menganggap semua
agama baik dan benar, dan karena itu tidak perlu dipersoalkan.
Memang kita tidak akan debat kusir soal agama. Namun kita tentu akan
menjaga, minimal keluarga kita, agar menganut ajaran yang benar.
"Banyak jalan menuju Tuhan". Koq tahu? Kalau dikatakan "Banyak jalan menuju
Roma" kita tentu bisa menerima, karena banyak informasi dari sana, dan
mungkin ada kawan kita sendiri yang pernah ke Roma dan pulang bercerita ke
kita. Namun kepada Tuhan? Orang-orang yang pergi menghadap Tuhan (artinya
mati), ternyata tidak pernah kembali lagi. Orang yang menghadap Tuhan dan
kembali lagi ya para nabi itu. Lagi pula toh tidak semua jalan itu lempang
dan lurus. Kalau ada banyak jalan menuju Tuhan, kenapa kita tidak memilih
jalan yang lurus, jelas dan tidak penuh duri-duri penyesat?
Demikian juga, memang agama-agama di dunia ini bisa diibaratkan dengan
sungai-sungai. Namun ternyata ada sungai yang tidak bermuara di laut, namun
di danau garam (sungai Jordan misalnya). Atau sungai-sungai itu tercemar di
perjalanan, dipakai untuk irigasi dsb, sehingga tidak pernah mencapai laut.
Ajaran-ajaran yang benar dari Tuhan memang merupakan sungai-sungai yang
mengalir ke muara yang sama. Namun ajaran-ajaran yang sesat, yang
dibuat-buat manusia, tidak akan mencapai Tuhan, karena yang dituju memang
bukan Tuhan. Di zaman modern ini banyak "agama kontemporer" semacam ini.
Ada yang memuja Mao Tse Tung, Lenin ataupun (John) Lennon. Bukankah
kapitalisme, komunisme maupun kult musik tertentu sering disebut sebagai
agama abad-20?
EVOLUSI ISLAM
Sementara itu, beberapa ajaran agama yang klasik (seperti Hindu, Budha,
Yahudi, Nasrani dll) bisa jadi memang berasal dari seorang utusan Tuhan di
zaman dulu. Kondisi dan situasi yang berbeda saat ajaran itu diturunkan,
membuat ajaran yang diperlukan juga berbeda. Sedang kebudayaan manusia
mengalami perkembangan (evolusi).
Akhirnya evolusi itu sampai pada satu titik, di mana suatu ajaran yang
bersifat universal (sesuai untuk seluruh manusia) dan komprehensif (sesuai
untuk seluruh masa) tiba saatnya. Ibarat sungai, ajaran berbagai agama yang
ada di dunia ini laksana anak-anak sungai yang mengalir ke sebuah sungai
yang besar.
Agama-agama selain Islam sesungguhnya hanya diperuntukkan untuk suatu kaum
tertentu, di daerah tertentu dan pada masa tertentu. Hal ini disebutkan
oleh kitab-kitab mereka, yang merupakan tanda-tanda dari Tuhan yang sampai
pada saat ini - di luar soal bahwa banyak kitab-kitab itu kini tidak lagi
teruji autentitasnya.
Read More..

Mata Air

Mata Air sering disebut juga sumber (Bhs.Jawa), demikian juga dengan kita, kita adalah sumber dari segala macam kejadian, sebab pada dasarnya Tuhan hanya menciptakan kebaikan & Manusia diciptakan Tuhan dalam kondisi dan keadaan yg sama satu sama lain. Kalaupun pada akhirnya nasib, keadaan, sifat atapun kedudukannya berbeda, semua itu bukanlah semata-mata takdir atau kehendak –Nya, Tuhan hanya mengabulkan permintaan umat-Nya, baik melalui Do'a yg dengan sadar ia ucapkan ataupun melalui permintaan yg tanpa disengaja ( melalui Batin Bawah Sadar Anda ), dan mengapa itu bisa begitu??

1. Bukan Orang lain yg Menentukan Karir Kita.

Ada satu contoh cerita yg bisa kita ambil manfaatnya dari situ, sebut saja seorang karyawan yg sudah 7 tahun bekerja disebuah perusahaan, tapi karier yg ia dapat tidak seperti yg dia harapkan, sementara karyawan lain yg masa kerjanya jauh lebih pendek darinya telah menduduki satu posisi yg jauh diatas dia, bahkan hampir semua orang-2 yg pernah dia pimpinpun sudah melampaui posisinya saat ini. Melihat kenyataan semacam ini, pada akhirnya orang tsb akan mendapat satu tekanan yg cukup berat yg berasal dari pikirannya sendiri, ditambah lagi selama ini dia merasa bahwa hasil kerja nya cukup baik, sehingga timbul satu pikiran-2 merasa diperlakukan tidak adil, merasa tidak mampu atau bahkan menyalahkan Tuhan yg dianggap tidak adil. Sehingga pada akhirnya orang tsb akan mengatakan pada setiap orang bahwa pimpinannya tidak bijaksana, pimpinan membenci dia, pimpinan tidak adil, pimpinan tidak bisa melihat hasil karya anak buahnya dan semua sifat-2 dari pimpinan yg dia anggap Jelek dan tidak baik, secara tidak sadar sebetulnya orang tsb sudah mematikan karirnya sendiri karena dia sudah menanamkan kebencian,kecurigaan dan kejahatan pada Batin Bawah Sadarnya & hasilnya akan ia dapat karena sampai kapanpun karirnya tidak akan meningkat bahkan cenderung akan turun, kenapa bisa begitu…? Perlu Anda ketahui bahwa seorang pemimpin akan memiliki lebih banyak telinga dibanding orang yg dipimpinnya, dari situ pula pada akhirnya pemimpin akan mengetahui sifat-2 bawahannya. ( bagaimana mau diangkat, kalau belum-2 saja sudah berani menjelek-jeleknya atasan…? )
Lain halnya kalau orang tsb selalu menanamkan satu sifat-2 yg baik,pikiran-2 yg sehat dan lebih bijaksana dalam melihat kenyataan yg dia alami, saya dan juga Anda pun akan sependapat & merasa yakin kalau suatu saat dia akan mendapatkan apa yg dia harapkan. Ini adalah hukum Alam yg berlaku bagi semuanya dan ditempat manapun.
Dari contoh cerita ini paling tidak kita bisa mengambil satu pelajaran, bahwa pada hakekatnya penentu dari Nasib serta Karir kita adalah diri kita sendiri bukan orang, pimpinan atau Tuhan, sebab mereka sifatnya hanya membantu kita dalam mewujudkan keinginan kita, untuk itu marilah mulai sekarang kita selalu tanamkan sifat-2 serta pikiran-2 yg baik pada diri kita masing-2, apabila itu secara rutin kita lakukan maka Batin Bawah Sadar kita akan menangkap pesan-2 tsb dan pada akhirnya akan memuwujudkannya dalam satu kenyataan hidup.

2. Dokter Terbaik adalah Diri Kita.

Saya punya satu pengalaman pribadi dalam menyembuhkan orang sakit, salah seorang saudara saya pernah menderita kelumpuhan akibat terjatuh dari sebuah pohon, saat itu memang terjadi pembengkakan pada kaki sebelah kanannya, sehingga menimbulkan rasa sakit yg cukup kuat kalau dipakai untuk berdiri / berjalan, sudah beberapa tukang pijit / ahli urut dicoba untuk menyembuhkan saudara saya tsb, bahkan saat dibawa ke Dokter malah diminta untuk operasi guna penyambungan tulang retak. Tapi hasilnya saudara saya tetap tidak bisa mampu berdiri apalagi berjalan, dan ini sudah berlangsung selama 2 bulan lebih. Kebetulan lebaran kemarin saya pulang dan melihat keadaan itu, saya tanyakan kepadanya kenapa hal itu bisa terjadi dan kenapa dia tidak mau melakukan operasi, jawaban yg saya dapat adalah “ Saudara saya tsb merasa takut akan biaya yg cukup tinggi apabila dioperasi & terhadap para tukang Pijit dia juga tidak memiliki satu keyakinan, sebab pikiran dan Batin Bawah Sadar-nya telah diliputi oleh Sugesti yg cukup kuat, kalau kakinya itu tidak akan sembuh tanpa Operasi.”

Dari sini saya melihat bahwa kunci dari semua itu adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan dia untuk kembali sembuh. Pada akhirnya saya mencoba untuk melakukan satu penyembuhan, saya berikan kepada saudara saya tsb sebuah Batu hias ( yg saya beli dari toko ikan seharga Rp.5000 ), dan saya katakan bahwa Batu tsb saya dapat dari orang pintar, dan sangat berkhasiat untuk menyembuhkan segala macam penyakit, saya juga ceritakan bahwa sudah banyak orang yg berhasil disembuhkan oleh khasiat batu tsb ( tentu saja cerita saya tsb hanyalah sebuah karangan, karena selama ini saya sama sekali belum pernah menyembuhkan orang sakit ).

Saya berikan satu bacaan dan cara pengguna'an batu tsb kepada saudara saya , dan dia percaya serta melakukan apa yg saya perintahkan, dan pada akhirnya setelah 1 minggu saudara saya sudah bisa berdiri dan berjalan dengan Normal.

Dapat saya tarik satu kesimpulan disini bahwa daya terkuat dalam penyembuhan adalah keyakinan kita sendiri, kalau kita merasa Yakin dan keyakinan tsb ditangkap oleh Batin Bawah Sadar kita maka akan bisa melawan Sugesti yg meracuni pikiran dan batin kita dan itu akan memberikan satu kekuatan tersendiri bagi kita, seperti saudara saya tsb, yg menyembuhkan dia dari kelumpuhan bukanlah Batu hias yg saya berikan, sebab batu tsb tidak punya daya penyembuh apa-apa, yg menyembuhkan dia adalah kekuatan yg sangat luar biasa yg datang dari pikiran & keinginan yg sangat kuat untuk kembali sembuh, dari Reaksi ini akan menimbulkan Aksi dan tenaga kekuatan yg luar biasa keseluruh tubuh, sehingga semua molekul-molekul tubuh akan bergerak secara bersama-sama untuk melawan rasa sakit dan membentuk satu kekuatan untuk berdiri.
Read More..

10 Macam Penyakit Manusia

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
 Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: Siapa nih yang nyantet ?
Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau "mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
 Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar/peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAl" TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG-BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan? Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Silahkan direnungkan mengenai benar atau tidaknya, semua berpulang pada pendapat masing2 orang.
Read More..

Indahnya Berprasangka Baik . . .

*Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orang tua mereka. *

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil
supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi
mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia
miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.

Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah
mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis
yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah
rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya
bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu
mengabulkan semua do'anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap
sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati
bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan
pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering
kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya
dengan perjalanan hidup adiknya. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca
selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal
bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati
adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan
hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya
tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.

Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang
begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas
nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai
meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia
merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya
sehubungan do'anya tak pernah terkabul

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid.
Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:

"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu, Ampunilah aku
dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan
berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,"*

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak diduga ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya..
Read More..

“Al Qur’an Palsu” Buatan Amerika

“Al Qur’an Palsu” Buatan Amerika
Posted by: admin
Al-Quran baru buatan Amerika kembali muncul. Kali ini beredar di beberapa milis. Sebagaimana dikabarkan, “Al-Quran palsu” ini sedang didistribusikan di kuwait , dengan judul “The True Furqan” atau Al Furqan Al Haq. Meski isinya terkesan dari berbahasa Arab dan mengambil salah satu nama Al-Quran, namun isinya sangat bertentangan sekali dengan isi Al-Quran.
Kabarnya, “Al-Quran palsu” ini dibuat oleh 2 perusahaan percetakan; ‘Omega 2001' dan ‘Wine Press’. Judul lain buku ini ‘The 21st Century Quran’! yang berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa Arab dan Inggris.
Sebagaimana beredar di beberapa milis di Indonesia, “Al-Quran palsu” ini tengah didistribusikan kepada generasi muda di Kuwait di sekolah-sekolah berbahasa Inggris.
Yang pasti, buku ini memang ditujukan sebagai pemalsuan Kitab Suci Al-Quran. Berbagai surah dinamai dengan surah-surah Al-Quran seperti An Nur, Al Fatihah, dll. “Bismillah” pada setiap surah diganti dengan “Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds” (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).
Sebagaimana dimuat di situs http://islam-in-focus.com/TheTrueFurqan.htm dan http://www.islam-exposed.org/furqan/contents.html, menunjukkan adanya keseriusan dalam kampanye pemalsuan Al-Quran.
Tahun 1999, The True Furqan sudah pernah menyerbu masyarakat. Edisi yang diterbitkan WinePress Publishing dengan mudah bisa dibeli di toko-toko buku di Amerika, atau dipesan melalui situs penjualan buku seperti www.amazon.com dan www.barnesandnoble.com.
“Tujuan The True Furqan adalah sebagai alat penyebaran agama Kristen,” kata Al Mahdy kepada Baptist News. Menurut Al Mahdy, sejauh ini kaum evangelis (pengabar injil) belum berhasil menemukan terobosan penting untuk bisa menaklukkan dunia Islam.
Maka hati-hatilah dalam menjaga akidah kita dan keluarga kita. Sebab hanya itulah yang bisa menolong kita di akherat kelak.
Read More..

Tanda-Tanda Hari Kiamat

Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.

Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.

Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.

Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)

3. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman

“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

12. Merebaknya perzinahan

13. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)

14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)

15. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Tanda-Tanda Kiamat Besar

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifaryberkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi MuhammadS.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :

  1. Asap
  2. Dajjal
  3. Binatang melata di bumi
  4. Terbitnya matahari sebelah barat
  5. Turunnya Nabi Isa A.S
  6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  7. Gerhana di timur
  8. Gerhana di barat
  9. Gerhana di jazirah Arab
  10. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa.Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.

Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka. Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, iaakan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.

Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’. Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.Sakan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.

Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satulagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini,bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda,” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualandi pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan.Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina,orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang dimasjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”

Berkata Ali bin Abi Talib,Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja,agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut AsmaAllah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain dari pada agama, orang lelaki taat kepada isterinya,mendurhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat.”

Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya: Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :

  1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
  2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
  3. Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
  4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
  5. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.

Alam dunia adalah salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh manusia, suatu saat nanti dunia ini akan berakhir dan manusia berpindah kepada fase kehidupan berikutnya yaitu alam akhirat. Akhir kehidupan dunia inilah yang disebut Kiamat.

Kiamat pasti tiba tanpa ragu sedikit pun, kepastian terjadinya ditetapkan oleh dalil-dalil al-Qur`an dalam jumlah yang besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

a. Firman Allah, “Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7).

b. Firman Allah, “Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir: 59).

c. Firman Allah, “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1).

Dari sunnah Nabi saw di antaranya sabda beliau,


“Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat adalah seperti ini,’ beliau menyandingkan antara jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Meskipun Kiamat pasti terjadi akan tetapi Allah merahasiakan waktunya. Dia tidak berkenan memberitahukan kepada seorang pun, tidak kepada nabi yang diutus tidak kepada malaikat yang dekat. Jadi ilmu tentangnya mutlak di tangan Allah semata.

Dalil yang menetapkan hal itu di antaranya:

Firman Allah, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 187).

Firman Allah, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman: 34).

Firman Allah, “Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi Hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab: 63).

Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi saw bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi saw menjawab,


“Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Walaupun Allah merahasiakan kapan terjadinya Kiamat akan tetapi tidak dengan tanda-tandanya. Dia berkenan memberitahukannya kepada Nabi saw lalu beliau menyampaikannya kepada kita. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda,


“Kiamat tidak terjadi sehingga ada dua kelompok besar bertikai yang memakan korban besar, seruan keduanya satu, dan sehingga muncul para Dajjal pembual besar mendekati 30, semuanya mengaku sebagai rasul Allah dan sehingga ilmu diangkat, gempa terjadi dalam jumlah besar, zaman menjadi dekat, fitnah besar muncul dan pembunuhan merajalela, sehingga harta melimpah di kalangan kalian, ia melimpah sehingga pemilik harta mencari-cari siapa yang menerima sedekahnya, dan sehingga dia menawarkannya maka orang yang ditawari berkata, ‘Aku tidak memerlukannya,’ sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan dan sehingga seseorang melewati kubur orang lain dan dia berkata, ‘Seandainya aku yang menggantikannya’.”

Read More..